Yahudi, bentuk setan di dunia nyata

LASKARartikel

Oleh Eddi Elison

Dunia saat ini sedang terguncang oleh bombardemen Israel dari udara, darat, dan laut terhadap daerah Gaza yang dihuni rakyat Palestina. Korban nyawa sudah berjatuhan. Ratusan rakyat Palestina yang tidak berdosa, seperti anak-anak, perempuan atau orang-orang tua terbunuh. Ratusan pula bangunan, termasuk rumah sakit, sekolah, tempat-tempat ibadah dan lain-lain hancur berantakan.Serangan membabi buta tanpa perikemanusiaan yang dilancarkan kaum Zionis itu, jelas menghebohkan jagat raya ini. Bukan saja negara-negara Islam, tetapi negara-negara Barat pun memberi reaksi keras. Di mana-mana terjadi demonstrasi menentang kebiadaban Yahudi tersebut. Indonesia termasuk negara yang paling tegar menuntut, agar PBB turun tangan untuk mendesak dilakukannya gencatan senjata di Gaza. Bahkan ribuan sukarelawan sudah siap dikirim ke medan perang Gaza. Tim medis sudah tiba di Amman, Yordania menunggu izin untuk menyampaikan berbagai jenis obat-obatan ke Gaza. Selain itu ke-6 tim medis Indonesia itu sudah pula siap untuk mendirikan rumah sakit darurat di perbatasan, agar dapat member bantuan pada sekitar 2000 orang Palestina yang menderita luka-luka.

Bantuan dana pun berhasil dikumpulkan dari rakyat dan lebih dari Rp.2 miliar sudah dikirim ke Gaza. Saat ini penghimpunan dana masih dilakukan oleh rakyat Indonesia di berbagai kota.

Alasan Yahudi menyerang Gaza dari berbagai penjuru disebutnya untuk menghancurkan Hamas, kelompok pejuang Palestina yang sangat anti Israel, berbeda dengan kekompok Fatah yang bersedia duduk satu meja dengan Israel. Kenapa Gaza yang ingin dihancurleburkan? Menteri Pertahanan Israel Ehud Barack menyatakan, untuk membungkam roket Hamas yang ditembakkan ke beberapa kota Israel. Sumber  roket itu disebut-sebut berada di Gaza. Padahal jelas serangan kaum Zionis itu sebagai usaha meluaskan daerah kekuasaannya, sebagaimana cita-cita Israel Raya yang lahir tahun 1897.

Reaksi bangsa Indonesia terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pasukan Zionis dengan berdemo ke Kedutaan Besar, Konjen atau Konsul AS, di beberapa kota sungguh suatu hal yang wajar. Kenapa? AS adalah “induk semang”nya kaum Yahudi. Washington-lah yang selalu mendukung semua kebijakan Tel-Aviv, termasuk memasok persenjataan modern untuk Israel.

Menanggapi serangan dahsyat Israel tersebut, Sekjen PBB Ban Ki Moon menyarankan, agar kedua belah pihak segera melakukan gencatan senjata, selain mencoba mendorong Dewan Keamanan (DK) melakukan sidangnya. Israel bergeming, serangan jalan terus.
Sebagaimana diprediksi para pengamat politik internasional, kalaupun DK PBB akhirnya dapat bersidang, namun hasilnya tidak akan memojokkan Israel, karena setiap resolusi yang keras pasti dijegal oleh AS dan Inggris. Itu sebabnya Yahudi selalu memandang sebelah mata terhadap reaksi dunia dan “cuek” saja terhadap PBB, karena toh di belakang mereka pasti AS dan Inggris, yang memiliki hak veto di DK.

Mengapa kaum Yahudi menganggap enteng reaksi dunia atas perilaku dan kebijakannya yang terang-terangan tidak berperikemanusiaan, biadab dan melanggar konvensi Jenewa, karena serangan yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina di Gaza tergolong sama dengan perbuatan penjahat perang, sebaiknya kita telaah lebih dalam tentang “batang tubuh” Yahudi yang sebenarnya. Apalagi jika dikaitkan pula, kenapa AS selalu memberi dukungan.
Untuk menelaah hal tersebut, kita perlu mengacu pada 24 Ayat Setan termaktub dalam laporan rahasia yang dikenal dengan nama “Zionist Sages Protocols” sebutan populernya “Protocols”, yakni hasil Konferensi Kaum Yahudi dari semua penjuru dunia pada tahun 1897 di Basel (Swiss), di mana penemu/pencetus faham Zionis Theodore Hertzel, (kelahiran Budapest/Hungaria) tampil sebagai pemimpin konferensi yang dihadiri 300 anggota (dokter, moneter, perdagangan dan kohanim yang mewakili 50 asosiasi Yahudi yang rahasia maupun terbuka).1
Keputusan Konferensi Basel 1897 itu tadinya dokumen sangat rahasia, namun ilmuwan/pendeta ortodoks Rusia Sergei A. Nylos tahun 1905, menerjemahkannya ke dalam bahasa Rusia, sehingga timbul reaksi dengan terjadinya pembunuhan terhadap 10 orang Yahudi. Tahun 1917 koresponden koran “Morning Post” (Inggris) di Moskow – Victor E. Mersden, menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris, sehingga “Rahasia Basel” semakin terbuka, padahal setelah Tsar ditumbangkan oleh “Revolusi Maret 1917” buku tersebut dilarang dan Mersden ditangkap, lalu dipenjarakan di Bolsewik, di mana ia meninggal dunia.

Kenapa “Protocols” dilarang dan sangat rahasia? Ternyata buku tersebut memuat dan memaparkan apa yang disebut 24 Ayat Setan, yang dapat dilukiskan sebagai Blue Print untuk menguasai dunia oleh kaum Zionis mela-lui strategi persaudaraan rahasia. Setelah rahasia “Protocols” terbongkar, baru diketahui, bahwa dalam “Konferensi Basel” kaum Zionis membahas rencana rahasia “memperbudak dunia dan menindas agama di luar agama Yahudi”.
Tanpa mengemukakan secara paripurna 24 Ayat Setan, kita bisa mengerti, mengapa negara Israel sejak dideklarasikan berdirinya oleh Inggris dan AS tahun 1948, begitu agresif terhadap negara-negara Arab. Negara ini bisa berdiri, bahkan eksis, karena mereka berjuang sejak “Konferensi Basel” dengan strategi dan taktik yang matang melalui “Protocols” (isinya antara lain 24 Ayat Setan). Orang-orang Yahudi yang tadinya “bertabur” di berbagai negara, termasuk yang terbanyak di Rusia, langsung kembali, begitu diberi kemerdekaan dengan nama Palestina, karena menduduki kawasan Palestina (bekas jajahan Inggris).

Sejak Perang Dunia I, orang Yahudi mengembara di berbagai negara, namun tetap bersatu dalam tekad dituntun oleh “Protocols”, sehingga di AS, Inggris, Rusia, Kanada, Australia dan lain-lain negera tampil sebagai tokoh, terutama menguasai ekonomi.
Setelah menguasai bidang ekonomi dengan mengambil over perusahaan multi nasional (Ayat Setan II) mereka merebut opini dunia (Ayat Setan XII) dengan merebut berbagai perusahaan multi media, di negara-negara adidaya seperti AS, Inggris, Rusia dan lain-lain.

Bisa disebut kantor berita Reuter, AP, UPI, AFP sejak tahun 1800-an sudah dikuasai oleh Yahudi. Penerbitan Inggris terbesar/berpengaruh The Times plus The Sunday Times direbut orang Yahudi melalui Rupert Murdoch. Di AS Yahudi merebut koran-koran beroplah besar dan berpengaruh seperti The New York Times dan lain-lain. Dari 1.759 jenis koran + 668 mingguan yang dibaca 61 juta setiap hari separohnya dikuasai orang Yahudi. Juga stasiun tv internasional seperti ABC, CBS, NBS juga berhasil rebut.2
Lobi-lobi yang dilancarkan Yahudi di AS dan Inggris begitu mantap, sehingga mampu menyemai pengaruhnya di PBB, DK dan lembaga-lembaga PBB seperti FAO,UNESCO, IMF, termasuk Mahkamah Internasional, di mana mereka mampu menempatkan orang-orangnya.

Senat dan Kongres AS juga banyak diisi oleh orang Yahudi. Bahkan kemenangan Barack Obama juga didongkrak oleh perusahaan-perusahaan besar yang dimiliki kelompok Zionis, karena Ayat Setan I menempatkan “kemerdekaan politik hanyalah sebuah wawasan bukan kenyataan”. Kenapa ekonomi di tangan Presiden George W. Bush terpuruk, ya arena “permainan” perusahaan Yahudi, agar “orang baru” bisa menggantikannya, karena terpilihlah Obama, tokoh kulit hitam pertama menjadi Presiden AS. Ini sesuai dengan bunyi Ayat Setan: “Penguasa baru akan cocok di tempatnya berdiri, bila penguasa lama telah dilemahkan oleh yang disebut liberalisme”.3
Oleh sebab itu jangan heran, bila Barack Obama sama sekali tidak berkomentar atas serangan biadab pasukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza. Percayalah, PBB dengan DK-nya pun tidak akan berkutik, karena resolusi pasti akan diganjal AS atau Inggris.

Agaknya melawan “setan dunia” tersebut, sebenarnya lebih bermanfaat dengan doa atau zikir bersama memohon Tuhan menurunkan azabnya kepada kaum Zionis itu, bukan dengan demo, karena secara politik Israel telah “menguasai” dunia. ***

Penulis adalah mantan wartawan “Waspada”, kini Asdir Pancasila Center DHN 45, Wasekjen Komnas Penyelamat Pancasila dan UUD 1945, tinggal di Jakarta.

1 Buku “The Protocols of the Learned Elders of Zion”, Social Reform Society Edition, Kuwait
2 Buku “Yahudi dalam Informasi dan Organisasi” oleh Fuad bin Sayyid Abdurrahman Arrifa’I –
Penerbit Gema Insani (1995)
3 Buku “Ayat-ayat Setan” – Penerbit; PT Pustakakarya Grafikatama (1990)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s